Terbengkalai

Aku cemburu pada benteng itu cause orang2 berbaris didalamnya
lalu yang lainnya menunggu giliran untuk masuk shift kedua…
huuuh dia panas sumpek,sempit namun aku bahagia gak tau ntah kenapa

Demi perkembangannya…rumah iu ditidurkan sementara.
Ya sungguh manis kalimatnya.
Rumah itu kita telanjangi ntar kita beri baju indah bersama2

Tapi terlalu lama kurasa..akutlah rindu padanya..
Ingin sangat kumenyentuhnya…
Bertegur sapa tiada tara..

Kita, kamu,aku, mereka, masih menunggu, bertikai debatkan
Biaya sementara iya dibiarkan telanjang dada sementara
Kita akan alpa akan fungsinya..
Lalu salah siapa..
Apakah yang memulainya atau yang diam saja…

Siapa dia bukankah jika kita menunjuk empat jarinya
berlawanan arah dalam cerita…
Jadi semuanya hanya tinggal niat saja kotor bersih hatimu,
Tajam tumpul lidahmu?
Yang jelas rumah itu kini tertidur.
Seredup lentera tertiup angin disenja hari…

Cahayanya masih tetap ada tapi tidak menjamin untuk malamnya

Ya seredup lentera tertiup angin atau mati selamanya…

23 Apr 2005
Kisah sebuah musholla yang terbengkalai,
Izin ya dhil…