Takut…..

by: Dinar Ashina

Gemetar jiwa jasad ini
Bergetar setakut-takutnya
Kala sang utusan datang disuatu malam
Menghampiri kekasih untuk diselimuti
Kabar dari Pemilik rasa takut
Kabar itu sangat mengerikan
Tidak ada yang tidak gentar dibuatnya
Sang utusan yang terbiasa menangis
Sepanjang malam sepanjang hari
Takut dan tak henti berharap terus
Bahkan sahabatnya lebih memilih untuk tidak dilahirkan

Tidakkah ancaman itu cukup mengentarkan seluruh tulang-tulang kita
Tapi aku tidak takut
Sedikit, hanya ketika ingat

Sang utusan terbiasa menangis
Sang utusan terbiasa bergetar merinding ketakutan

Tapi aku bukan sang utusan
Karena ia tidak sepantasnya takut
Namun ia memilih takut
Karena itu keimanannya

Aku tidak takut
Aku tidak terbiasa bergetar, merinding, menangis ketakutan
Karena aku berani, karena aku bodoh, atau karena aku keras kepala?

Aku jadi takut sekarang