Tafsir

Sudah punya buku tafsir?
Bingung mau cari mana yang bagus?

nih, referensi kitabtafsir dari abusalma.wordpress.com

Nama Kitab : tafsir al-Tabary.
Pengarangnya : Abu Ja?far Muhammad bin Jarir At-Thobary (224 ? 310 H)
Jumlah jilid : 12 jilid besar.
Keistemewaannya : Tafsir ini merupakan referensi bagi para mufassirin, terutama penafsiran binnaqli /birriwayah. mufassirin bilaqli, karena istimbat hukum, penjabaran berbagai pendapat dan mengupasnya secara detail disertai dengan analisa yang tajam. Ia merupakan tafsir tertua dan terbagus.

Metodologi Penulisannya: Penulis menafsirkan ayat al-Qur?an dengan jelas dan ringkas dengan menukil pendapat para sahabat dan tabi?in disertai sanadnya. Jikalau dalam ayat tersebut ada dua pendapat atau lebih, di sebutkan satu persatu dengan dalil dan riwayat dari sahabat maupun tabi?in yang mendukung dari tiap-tiap pendapat kemudian mentarjih (memilih) diantara pendapat tersebut yang lebih kuat dari segi dalilnya.

Beliau juga mengii?rob (menyebut harakat akhir), mengistimbat hukum jikalau ayat tersebut berkaitan dengan masalah hukum. Ad-Dawudy dalam bukunya ?Thobaqah al-Mufassirin? mengomentari metode ini dengan ungkapannya:? Ibnu jarir telah menyempurnakan tafsirnya dengan menjabarkan tentang hukum-hukum, nasih wal mansuh, menerangkan mufrodat (kata-kata) sekaligus maknanya, menyebutkan perbedaaan ulama? tafsir dalam masalah hukum dan tafsir kemudian memilih diantara pendapat yang terkuat, mengi?rob kata-kata, mengkonter pendapat orangorang sesat, menulis kisah ,berita dan kejadian hari kiamat dan lain-lainnya yang terkandung didalamnya penuh dengan hikmah dan keajaiban tak terkira kata demi kata, ayat demi ayat dari isti?adzah sampai abi jad (akhir ayat). Bahkan jikalau seorang ulama? mengaku mengarang sepuluh kitab yang diambil dari tafsir ini, dan setiap kitab mengandung satu disiplin keilmuan dengan keajaiban yang mengagungkan akan diakuinya (karangan tersebut).

2. Tafsir Ibnu Katsir

Jumlah jilid : 4 Jilid
Nama penulis : Imaduddin Abul Fida? Ismail bin Amr bin Katsir (w 774 H)
Keutamaanya : Merupakan tafsir terpopuler setelah tafsir At-Thobary dengan metode bil ma?tsur.
Metodologi penulisannya:
Penulis sangat teliti dalam mentafsirkan ayat-ayat al-Qur?an dengan menukil
perkataan para salafus sholeh. Ia menafsirkan ayat dengan ibarat yang jelas dan
mudah dipahami. Menerangkan ayat dengan ayat yang lainnya dan membandingkannya agar lebih jelas maknanya. Beliau juga menyebutkan hadits hadits yang berhubungan dengan ayat tersebut dilanjutkan dengan penafsiran para sahabat dan para tabi?in. Beliau juga sering mentarjih diantara beberapa pendapat yang berbeda, juga mengomentari riwayat yang shoheh atau yang dhoif(lemah). mengomentari periwayatan isroiliyyat. Dalam menafsirkan ayat-ayat hukum, ia menyebutkan pendapat para Fuqaha (ulama? fiqih) dengan mendiskusikan dalil dalilnya, walaupun tidak secara panjang lebar. Imam Suyuthy dan Zarqoni menyanjung tafsir ini dengan berkomentar ;? Sesungguhnya belum ada ulama? yang mengarang dalam metode seperti ini ?.

3. Tafsir Al-Qurtuby

Jumlah jilid : 11 jilid dengan daftar isinya.
Nama penulisnya : Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Qurtuby (w 671 H).
Keutamaanya : Ibnu Farhun berkata,? tafsir yang paling bagus dan paling
banyak manfaatnya, membuang kisah dan sejarah, diganti
dengan hukum dan istimbat dalil, serta menerangkan I?rob,
qiroat, nasikh dan mansukh?.

Metode penulisannya :
Penulis terkenal dengan gaya penulisan ulama? fiqih., dengan menukil tafsir dan
hukum dari para ulama? salaf dengan menyebutkan pendapatnya masing-masing.
Dan membahas suatu permasalahan fiqhiyah dengan mendetil. Membuang kisah
dan sejarah, diganti dengan hukum dan istimbat dalil, juga I?rob, qiroat, nasikh dan
mansukh. Beliau tidak ta?assub (panatik) dengan mazhabnya yaitu mazhab Maliki.

4. Tafsir Syinqithy

Jumlah jilid : 9 jilid.
Nama penulisnya : Muhammad Amin al-Mukhtar As-Syinqithy
Metodologi penulisannya:
Menekankan penafsiran bil-ma?tsur dengan dilengkafi qira?ah as-sab?ah dan qiro?ah
syadz (lemah) untuk istisyhad (pelengkap). Menerangkan masalah fiqih dengan
terperinci, dengan menyebut pendapat disertai dalil-dalilnya dan mentarjih
berdasarkan dalil yang kuat. Pembahasan masalah bahasa dan usul fiqih. Beliau
wafat dan belum sempat menyelesaikan tafsirnya yang kemudian dilengkapi oleh
murid sekaligus menantunya yaitu Syekh ?Athiyah Muhammad Salim.


Selamat hari Jum’at Ki sanak? Sudahkah anda punya buku Tafsir?
-courtesy of Ndoro