Kalau Terdesak Baru Nurut…

Sebuah kelompok studi yang berisikan beberapa anak muda yang bengal selalu saja mengolok-olok pemimpin mereka, tidak pernah dihormati apalagi dipatuhi, padahal ia adalah kakak kelas mereka.

Sebenarnya sang pemimpin sudah sangat baik sekali, semua perintahnya juga demi kebaikan kelompok mereka, ia selalu bersikap baik dengan semua anggota kelompoknya, tidak pernah marah apalagi melakukan keburukan pada mereka, tapi tetap saja mereka tidak pernah menurutinya.
Suatu hari mereka mengikuti sebuah olahraga arung jeram, semua antusias dan memulai perjalanan, dengan dipimpin seorang pemandu yang akan mengarahkan hingga mereka bisa selamat mengarungi berbagai jeram yang akan dihadapi. Pemandu itu orang yang sangat buruk prilakunya, ketus, suka marah-marah dan tidak bisa bergaul dengan baik, tapi mereka tidak memperdulikannya. Mulailah mereka melewati masa-masa krits, arus yang deras ditambah batu-batu yang siap mengancam nyawa mereka, pada saat itu tba-tiba mereka menjadi kompak dan penurut semua, anak-anak muda yang bengal tadi berubah menjadi pasukan yang selalu menuruti apapun perkataan komandannya.

Hilang semua kebengalan mereka sebelumnya, yang tidak menghormati dan menuruti pemimpin mereka yang sebenarnya sudah sangat baik sekali, kini mereka jadi penurut padahal dipimpin oleh orang yang sama sekali tdak mereka kenal, dan selalu memerintah dengan nada suara tingg, dengan marah-marah, bahkan tak segan membentak ketika ada sedikit kesalahan yang dilakukan, namun semua menurut dan tidak ada yang berani melawan.

Manusia sering tidak menyadari seberapa penting semua pekerjaan yang dilakukannya, apalagi jika dampaknya tidak langsung kelihatan, itulah yang terjadi dengan kelompok study itu, mereka tidak merasakan dampak signifikan dari tidak menuruti pimpinan mereka, berbeda dengan saat di arung jeram, yang memberikan konsekuensi nyawa, secara sadar mereka akan menuruti apapun perintah sang pemimpin, walaupun pemimpinnya tidak disukai bahkan yang selalu memerintah dengan bentakan, semua dituruti asalakan nyawa bisa selamat.

Manusia sering tidak sadar, betapa pentingnya semua yang dilakukannya, sekecil apapun itu pasti akan mempengaruhi kehidupan kita.
hm… sudahkan kita sadar, dan selalu menempatkan semua urusan kita sebagai perjuangan mengarungi jeram yang selalu mengancam nyawa kita setiap saat.