Jangan Lupakan Ilmu

Ane juga simpatisan ikhwan loh (tapi ciri ikhwan yg sejati loh, terutama seperti yang ardi sebutkan)
satu hal ane suka dengan ghiroh, akhlaq dan tindakan mereka (walaupun sekarang semakin banyak yg mulai tidak mencerminkan seorang ikhwan sejati, termasuk seperti yang ane ceritakan terlalu berlebih2an, juga niat bahkan banyak yang niatnya jadi kebablasan)

Hasan Al-Banna, ane juga mengidolakan beliau (bagaimana beliau bisa ceramah di 4 kota berbeda dalam 24 jam namun tetap segar, ato ketika peristiwa pembunuhan beliau, setelah luka parah terkena tembakan, namun masih sanggup mengejar penembaknya bahkan menolong Ust. Abdul Karim yg juga tertembak bersama beliau dan mengangkatnya sampai kerumah sakit
sedang beliau sendiri terluka parah)

Ya ane puji beliau dalam hal semangat juga dalam hal penyebaran pengaruhnya, beliau merupakan orator ulung, hebat.

So ane menyikapi beliau sebagai tokoh islam berpengaruh, namun soal pemikiran beliau ane menganggap apalah bedanya dengan ulama2 sekarang (yang bisa kita ambil mana yang bagus dan mana yang buruk)
Pa lagi klo soal ilmu, iman dan keikhlasan ane kira gak ada apa2nya dibanding ulama abad pertengahan apalagi ulama pendahulu Islam (terlepas dari beberapa kekurangan beliau, seperti soal beliau pengikut tarekat, ato kedekatan pemikiran beliau dengan Jamaluddin al-Afghani (sumber kebangkitan pemikiran Islam kontemporer) juga Muhammad Abduh.

Satu hal ane kurang setuju soal2 pemikiran / manhaj dakwah itu saja (klo ditanya kenapa, ya seperti yg ane sebutkan dulu2 (liat aja kembali))

Ada satu cerita
Seseorang ditanya apa yang sudah antum perbuat buat umat ini?
Lalu dia menjawab saya sedang menuntut ilmu, agar dapat membedakan yang haq dan yang batil
Namun si penanya tidak puas, karena dalam pikirannya itu bukan suatu hal yang berarti buat umat, tidak antum belum melakukan apa2 karena kita butuh suatu hasil “nyata”

Dan memang itulah tujuannya, dapat merasakan hasil dari dakwahnya didunia ini, sedangkan yang satu lagi hanya mengharapkan hidayah Allah sambil terus berdakwah versinya meskipun tidak diakui sebagai sebuah dakwah.

Yang ingin ane sampaikan adalah
Jangan terlalu fanatik (hingga mencela orang yg berdakwah dengan cara berbeda, afwan tapi dalam cerita diatas ane katakan juga termasuk)

Silahkan beramal tapi jangan lupakan ilmu.

Terakhir sekedar mengingati lagi (hati2 dengan perlawanan, jgn sampai terjerumus orang2 “kiri” dengan semboyan2nya “revolusi”, “rebel”, “bergerak”, “berontak” (kalo diteliti akan terlihat seperti kita terpengaruh gerakan mereka, pa lagi mahasiswa dengan idealismenya paling suka dengan namanya berontak2)

Dan sesungguhnya “ilmu” dapat mematahkan Ghuluw (berlebih2an, yg merupakan sumber kehancuran umat2 terdahulu, n jangan sampai jadi penyebab kehancuran kita juga)

Afwan jika ada salah kata
Ya Allah Tunjukilah kami jalanMu yang lurus

25 Des 2005
Heran…, kok bisa ngomongin kaya gini sampai panjang lebar. Berat….^_^

Originally posted 2011-01-01 12:00:00.