hukuman

Kau mengambil yang bukan hakmu untuk mengambilnya
Maka kau harus mengganti rugi kepadaku
Orang tua itu memberi syarat
Aku punya seorang anak gadis
Dan kau harus mengambilnya sebagai istrimu

Terperanjat sang pemuda
Namun ia memang bersalah
Dan harus menerima hukuman yang diberikan
Dengan keikhlasan ia menerima syarat itu

Kau harus menikahi anak gadisku
Ia taat dan rajin beribadah, namun
Buta matanya
Tuli telinganya
Bisu lisannya
Dan lumpuh kaki tangannya

Terkejut sang pemuda
Harus menikahi gadis seperti itu
Lemas, penuh kebimbangan dihatinya
Ia tidak bisa membayangkan seperti apa calon istrinya

Terperanjat sang pemuda
Namun ia memang bersalah
Dan harus menerima hukuman yang diberikan
Dengan keikhlasan ia menerima syarat itu

Orang tua itu menanyakan kembali keyakinannya
Dengan pasrah ia menjawab siap
Ia yakin kalau memang ini yang ditakdirkan maka pasti yang terbaik
Gadis tidak punya apa-apa selain iman
Namun itulah yang paling penting
Ia siap menerimanya

Gadis itu dipanggil keluar
Dan terlihat jelaslah oleh sang pemuda
Seperti apa rupa dan perawakannya
Ia sangat cantik sekali
Tidaklah cacat kaki dan tangannya
Bisa melihat, mendengar dan juga berbicara

Terkejut sang pemuda
Penuh kebingungan dihatinya
Namun juga tak henti-hentinya mengucap syukur

Orang tua itu menjelaskan
Anaknya bukan cacat sesungguhnya hanya kiasan
Terjaganya mata, telinga dan lisannya
Terjaganya tangan dan kakinya
Dari yang diharamkan

Terperanjat sang pemuda
Entah kebahagiaan atau apa yang ada didalam hatinya
Buah dari keikhlasannya
Menerima istri pilihan Tuhannya
Tidak melihat fisik
Namun iman paling utama

Dan ucapan syukurnya semakin berlanjut tiada henti
Sungguh Dia tidak pernah mengecewakan yang percaya padaNya