Hujan Abu

13 Februari gunung Kelud erupsi, terjadi berkali-kali mulai jam 22 malam hingga dini hari tanggal 14 Februari. Efeknya dahsyat, muntahan abunya menghujani hampir seluruh pulau jawa, dari jawa timur, ke jawa tengah, jogja hingga kabarnya sampai juga ke jawa barat.

Semua panik, repot, berhenti. Perkerjaan tertunda, meeting dijadwalkan ulang, bandara tutup, berbagai instansi libur, orang-orang pun lebih memilih berdiam diri di rumah daripada harus menerjang badai abu yang membuat jarak pandang cuma beberapa meter saja. Panik, hoax pun mudah beredar di dunia maya, mulai yang katanya akan ada gempa besar beberapa jam lagi, merapi yang akan ikut2an erupsi, hingga hoax lama dari hujan abu tahun 2010 lalu tentang abu vulkanik yang katanya bisa merobek-robek paru dan mata. Ya, situasi ini sebenarnya tidak asing di jogja, karena 2010 yang lalu juga pernah mengalami hujan abu yang hampir sama kondisinya, sama paniknya, sama repotnya.

Kalau sudah begini, akan terasa betapa kecilnya diri kita, hanya sebuah gunung yg jauhnya ratusan kilometer saja sudah bisa menghentikan aktifitas semua orang, baru abunya saja sudah bikin panik semua orang, bayangkan jika 20an gunung api yg saat ini statusnya waspada (http://www.vsi.esdm.go.id/) gantian batuk setiap bulannya, bisa terhenti aktifitas kita sepanjang tahun.

Tapi, kita juga wajib bersyukur, situasi ini harusnya membuat kita lebih dekat dengan Sang pemilik gunung berapi, ingat pagi saat hujan abu itu situasi begitu mencekam, sudah jam 7 pagi tapi kondisi masih gelap, langit berwarna agak oranye karena sinar matahari tertahan pekatnya abu di langit, sementara hujan abu masih terus turun, hampir2 mengira jangan-jangan hari itu kiamat.

Bersyukur juga karena kita tidak harus dihadapkan pada kondisi berabu ini sepanjang tahun, kita berada di wilayah kepulauan tropis yang hijau dan asri, bandingkan dengan wilayah lain seperti di timur tengah yang setiap harinya kondisinya berdebu seperti ini, aku ingat saat haji 2008 lalu, di mekkah kondisi berabunya hampir mirip dengan saat hujan abu ini, kemana2 pakai masker, mau jalan ke masjid saja kadang harus melewati debu-debu yang naik tertiup angin.

3 Comments

Comments are closed.