Himah Hari Ini

Hikmah Hari Ini = HiHaNi

Terkadang heran melihat banyak orang yang secara hubungan dengan Allah, Sang Pemilik Semesta Alam tidak begitu baik, tapi kok hidupnya terlihat begitu senang, begitu mudah, kesuksesan senantiasa menghampirinya, Aneh…

Sebaliknya banyak orang yang rajin sholat, senantiasa berdzikir, tapi kesulitan demi kesulitan senantiasa menimpanya. Apakah Allah tidak adil?? Aneh…

Ternyata Allah punya mekanisme luarbiasa dalam mengatur nikmat yang diberikannya kepada hamba-hambaNya. Orang pertama yang hidup penuh dengan kenikmatan, tapi jauh dari ibadah kepada Allah, sesungguhnya Allah hanya menunjukkan ke-Maha AdilanNya. Mungkin ia memang sudah berusaha keras sehingga mesti diberi balasan yang setimpal berupa nikmat-nikmat di dunia.

Atau mungkin ia sebenarnya memang sudah beribadah kepada Allah, namun hanya dalam jumlah yang sedikit, nah dengan berbagai kemudahannya itulah Allah membalas ibadahnya yang sedikit itu, hingga ia akhirnya sudah tidak punya tabungan apa-apa lagi yang bisa diandalkannya di akherat kelak, dengan kata lain, ia akan dihukum seberat-beratnya karena sudah tidak ada lagi ibadah yang bisa diandalkannya.

Sedangkan orang kedua, justru Allah ingin memberikan nikmat yang sebesar-besarnya kepadanya di akherat kelak, nikmat yang mungkin bisa berkurang kalau sudah diberikan kepadanya sedikit di dunia, jadi untuk sementara ditahan dulu, agar menjadi luar biasa disaatnya nanti.

Atau mungkin Allah ingin agar orang tersebut tetap dekat dan semakin dekat dengan-Nya, karena nikmat seringkali menggelincirkan orang, tidak dekat lagi ketika sudah mendapat nikmat, maka nikmat itu ditahan agar orang tersebut bisa terus dekat kepada Allah, yang sebenarnya adalah nikmat diatas segala nikmat. Hingga akhirnya diberikan akan terasa luar biasa nikmat itu, meskipun kecil.

Bukankah seorang anak yang harus berusaha keras merengek-rengek kepada ayahnya untuk diberi uang akan langsung meloncat-loncat kegirangan ketika sudah diberi walaupun dalam jumlah yang sedikit, dibandingkan anak sudah terlalu mudah diberikan uang oleh ayahnya, sebesar apapun diberikan ia tidak akan senang bahkan terus merasa kurang.