Dia Yang Terpantas

by Darin from aldomination

Siapakah yang paling pantas untuk dicintai?
Hanya Dia, Allah SWT

Ya, hanya Dia, tiada yang lain yang lebih pantas dan layak untuk kita cinta kalau kita mengaku sebagai orang-orang yang berfikir dan berperasaan.

Hanya orang bodoh yang tidak berfikir dan orang bejat yang tidak berperasaan

tabiat kita sebagai manusia untuk mencintai dan senang terhadap siapa saja yang memberi nikmat kepadanya bersikap baik kepadanya, maka bagaimana dengan dzat yang segala kebaikan bersumber padaNya? tidak sekecil apapun nikmat yang dirasakan setiap makhluk kecuali berasal dariNya.

Kebaikan Allah terus menerus turun kepada kita, sedangkan kita terus menerus melakukan kemaksiatan, Tidak pernah terhenti seluruh nikmat yang diberikanNya sedangkan kita tidak terhenti pula maksiatnya meski kita terus menerus mendapatkan nikmat dariNya, Allah tidak pernah menghentikan karuniaNya meskipun kita terus saja membuatNya murka, sedangkan kita terus saja membuat Allah murka padahal kita terus menerus mendapatkan cinta dari Allah

Allah terus menerus memberikan kebaikan kepada kita sedangkan Ia tidak membutuhkan sedikitpun sesuatu dari kita, sedangkan kita terus menerus membuat murka Allah padahal kita sangat membutuhkan bantuan dari Allah. Tidak akan sanggup kita hidup tanpa sedikitpun karunia dari Allah.

Seseorang bergaul dan bersikap baik dengan seseorang yang lain, tidak lain agar mendapatkan keuntungan dari persahabatan tersebut, Allah menggauli kita dengan sangat baik sekali tanpa mengharapkan suatu keuntungan apapun yang bisa didapat dari pergaulannya tersebut, bahkan justru Ia yang akan memberikan banyak keuntungan dari pergaulan itu, Ia akan mengganti satu kebaikan menjadi berlipat tujuh ratus kali bahkan lebih, sedangkan jika kita melakukan keburukan maka tidak akan dilipat gandakan, bahkan bisa dihapuskan dengan mudah

Allah tidak risih dan merasa enggan dengan permintaan-permintaan kita bahkan ia sudah mengabulkannya sebelum permintaan itu diucapkan dengan balasan yang jauh melebihi dari apa yang diminta, Allah tidak pernah merasa direpotkan dengan do’a-do’a jutaan hambaNya bahkan ia semakin senang jika kita meminta kepadaNya, dia semakin cinta kepada hambaNya yang banyak bergantng kepadaNya.

Allah begitu mencintai kita, selalu memberikan cinta, memelihara keimanan yang sedikit dan terus ditumbuhkannya, jika ada aib kita maka Ia menutupinya, agar kita tidak malu, jika kita minta ampun, maka sebesar apapun dosa kita bisa dengan mudah dimaafkanNya, betapa peduliNya ia dengan hambaNya hingga ketika hambaNya menduakannya semua, ia tetap menginginkan keselamatan pada mereka dengan mengutus para RasulNya, sungguh tiada yang Maha Kasih dan Maha Penyayang pada kita selain Allah SWT

Allah yang Terpantas untuk diberikan cinta yang paling utama
cinta yang tidak saja paling wajib dan paling mulia, tapi juga paling bermanfaat dan paling menguntungkan

maka apa lagi yang kita tunggu, apa yang masih membuat kita menduakan cinta kita

bukankah sudah jelas semua tanda-tandanya kalau kita orang-orang yang berfikir dan berperasaan
Hanya orang bodah yang tidak berikir dan orang bejat yang tidak berperasaan