Dakwahpun Bisa Berselancar….

By : darin Sahiba
(sebagai syarat mengikuti Lomba Kreasi Blog Islami RDK JS 1428 H)

Terbukanya pintu-pintu komunikasi melalui celah-celah yang tidak dapat kita duga, sejak kehadiran berbagai perangkat komunikasi yang saling terkoneksi kedalam rumah atau kantor kita, maka bagaikan pedang dengan ketajaman luar biasa didalam genggaman kita, ia bisa digunakan untuk menebas begitu banyak musuh, namun disisi lain juga bisa melukai diri kita sendiri jika kita tidak terampil menggunakannya, celah-celah serangan yang terbuka begitu luaspun akhirnya tidak hanya menuntut agar kita bisa terampil menggunakan pedang kita saja, tidak cukup hanya sekedar itu,namun juga bagaimana kita bisa bertahan dari berbagai serangan yang datang, serangan musuh dengan pedang-pedang yang luar biasa juga. Hingga pada titik dimana kita tidak cukup hanya bisa bertahan saja, tapi juga harus bisa menyerang, memanfaatkan semaksimal mungkin celah-celah yang terbuka itu.

Perangkat komunikasi luar biasa itu telah hadir disekitar kita, masuk hingga ruang-ruang pribadi kita, mulai dari yang berukuran saku seperti HP hingga komputer-komputer desktop di kantor kita. Para mahasiswa pun sudah biasa menenteng komputer paha yang sudah menggantikan peran-peran buku catatan mereka, dikampuspun mereka bisa berkomunikasi semudah mungkin.

Informasi mengalir begitu cepat dari maupun ke perangkat-perangkat komunikasi tersebut, mereka yang berselancar dalam lautan informasi itu harus benar-benar berhati-hati terhadap berbagai arus yang tidak selalu bersahabat. Berselancar pun kini tidak seaman dulu lagi.

Ketika peluang serangan begitu besar terbuka, maka kitapun juga punya kesempatan ntuk menyerang pula. Ketika begiu banyak informasi berbahaya yang terus keluar masuk menyerang kita, maka kitapun bisa membalikkan keadaan dengan memasukkan berbagai informasi-informasi positif untuk mengalahkan berbagai serangan tadi. Dakwahpun bisa mendapatkan posisi optimalnya jika terkelola dengan baik, peluang arus informasi yang begitu besar bisa digunakan pula untuk melancarkan berbagai serangan dakwah, serangan yang bisa memasuki hingga ruang-ruang pribadi setiap orang, bukan dengan serangan yang menghancuran, tetapi serangan lembut, membangun dan mencerahkan.

Jurnalistik Islam pun diharapkan bisa menunjukkan taring-taringnya di dunia serba bebas ini, potensi penyebaran dakwah yang begitu besar dapat teroptimalkan dengan kekuatan jurnalistik islam sebagai bahan dakwah itu yang kuat pula. Sehingga kita punya amunisi dan senjatanya sekaligus.

Akhirnya peperangan dunia cyber memang tidak akan habis dan tidak menentukan siapa pemenangnya, perlombaan ini hanya berputar diantara pemasok informasi itu, siapa yang lebih banyak memasukkan informasi dan bisa memaksimalkan informasinya, maka dialah yang menjadi pemenang semantara. Perlombaan tiada akhir yang menuntut kita untuk terus siap, menjadi pasukan da’i di dunia maya melawan berbagai musuh yang jumlahnyapun tak terhingga, maka dakwah memang masih membutuhkan banyak lagi da’i-da’i yang siap berperang, perang melalui tulisan, jurnalistik didunia cyber

siapapun dituntut untuk bersiap
belajar berselancar ketika dakwah pun sekarang bisa berselancar
agar perselancaran terasa begitu indah dengan nilai-nilai keindahan pula
aku pun harus bersiap ….

Originally posted 2013-07-27 15:20:14.