Dakwah Cerdas dan Ikhlas

Afwan sekarang soal fikroh (he3x panas neeh)
saya tidak menyalahkan teman2 yang memilih, juga tidak memprovokasi untuk pro atau bahkan sampai kontra dengan salah satunya (tapi kita membahas hal ini dengan santai saja (sama sekali tidak layak untuk dianggap serius, tidak seperti masalah aqidah, itu yang baru mesti kita hadapi dengan serius) dengan kepala dingin.

(afwan klo ane sampai mendiskreditkan salah satu kelompok hanya karena pengalaman dengan teman ane, dari ikhwah, dan dia sangat serius sekali klo bicarakan masalah ini, antum jangan memperlemah ghiroh juang dong, nah ini dia orang2 seperti antum ini yang perusak dari dalam, penghambat gerak dakwah, jangan ngomongin masalah itu gak ada gunanya, coba fikirkan apa yang udah kita perbuat, kita malah asik berdebat (wajahnya langsung berkerut jika masalah ini dibhaas) ane malah menilai ini sebagai fanatisme yg dibungkus dengan pentingnya dakwahnya yg seperti sangat darurat sekali.

Yang penting kita terus bergerak saja, biar tanpa ilmu juga gak papa, sehingga dia semakin dibutakan seolah2 dakwahnya cuma satu2nya didunia dan udah paling benar.

Dan lebih parahnya (afwan) ane menilai dakwah ini adalah mengejar duniawi (yang penting orang ngikut kita, yang penting sering ngadakan kegiatan, biar bisa dilihat orang, dan hasil2 yg dicapai semuanya seperti menjadi nafsu kepuasan sendiri (ane mengalami juga dulu)

Lalu seperti ini apa gak disebut orientasi keduniaan (baca : nafsu belaka)
Waspadalah, karena ikhlas dan nafsu dalam berdakwah batasnya sedikit sekali. bahkan menurut ane juga berbahaya jika kita berdakwah karena nafsu agar Islam jaya, agar terwujud masyarakat Islam yang adil sejahtera, agar kita bisa mengalahkan orang2 kafir (bahaya kalau gagal, kita bisa depresi dan bahkan malah memusuhi Islam)

Dakwah kita hanya untukNya, ikhlas hanya untuk mendapat hidayahNya, karena perintah untuk menyampaikan ayat2Nya keseluruh penjuru dunia hanya itu. Mendapatkan keberkahan dari aktifitas kita itu, tidak ada yang bisa menandingi keberkahan.

Do’a Abu Bakar agar diberikan dunia tapi di tangan saja jangan dihati (ni soal dunia, juga harus kita dapatkan agar kita bisa beribadah dan melakukan tugas kita)

Rumit ya?
Gini aja mudahnya
Klo mau tau bedanya, liat aja apa yang kita harapkan dari dakwah kita, da’i yg ikhlas tidak peduli seberapa banyak orang yg ikut pengajiannya, tidak khawatir dakwahnya gak maju2 selama dia sudah ikhtiar maksimal, tidak melihat sukses tidaknya dakwah dari penampilan fisik yang terlihat, hanya mengharap hidayahnya terutama untuk diri sendiri

Yang gak ikhlas, dari dakwahnya dia mengharap akan semakin banyak orang yang ikut (walaupun dengan alasan agar lebih banyak orang yang terkena nilai2 islam) inilah dakwah MLM, yang mengukur sukses tidaknya dari seberapa banyak hasil yang terlihat, 1 orang berbuah 2

Salah satu contoh nyata, Nasyid. dengan embel2 agar daya sentuh dakwah semakin luas, musik yang masih syubhat menjadi primadona dan bak pahlawan yang sangat berpengaruh besar dalam dakwah, ane juga munsyid loh disini, n suatu waktu bisa saja sampai bikin album, tapi itu hanya sekedar hobby n ntar klo bisa menjadi tambahan penghasilan dunia (jgn bawa2 nama dakwah, begitulah intinya) ane suka dan sering dengar dan menyanykan nasyid, itu adalah hobby dan lebih baik drpada musik2 lain yg gak jelas, itu saja.

Ini aja dulu untuk sekarang
sebenarnya bayak lagi yang perlu ditulis (ntar kita bahasa Nasyid lebih luas)

Pesan ane, coba dipikirkan baik2 lagi jgn langsung terpengaruh orang lain tanpa kita ketahui secara pasti ilmunya
Sebagai contoh, ane dulu kagum dengan Hasan Al-banna tanpa tahu sama sekali tentang dia. sekarang ane hanya melihatnya sebagai tokoh pembaharu muslim, yg mungkin sedikit istimewa.
Tapi tetap tidak lepas dari kapasitas orang jaman sekarang, (ya gak jauh beda lah dengan tokoh2 sekarang seperti Quraish Shihab, ato ulama2 lainnya) jika dibandingkan generasi sebelumnya yang luar biasa jauh perbedaan keilmuan maupun keimanannya.

Teruslah belajar, jangan kurung dirimu, bebaslah, dunia ini terlalu sempit untuk sang katak didalam tempurung

Afwan klo ada kata salah

7 Des 2005
Sempat panas saat terjadi diskusi dulu.
Alat musik jelas haram, tapi nasyid? Masih ada yang menilai boleh

Originally posted 2010-01-01 12:00:00.