Cape’

Ane kemaren (dari rabu sampai minggu nanti) ikutan workshop capoeira (capek banget) tiap hari selama
5 hari dri jam 5-9 ada breaknya sih

Instrukturnya dari Brazil, professor Pedro namanya (dalam capoeira gelar prof. masih dibawah master) n dia sudah menjadi kandidat master ( termuda di dunia, kyknya masih 30-an umurnya tapi udah belajar capoeira 23 tahun, utk jadi master minimal 25 tahun)

Dari dia kami dapet banyak tentang capoeira, sejarahnya, filosofi capoeira (ketika bertarung tujuannya bukan utk menyakiti lawan, tapi bagaimana bisa mengalir sesuai iringan musik, capoeira itu bermain-main dan bersenang2, tendangan2nya seperti saling berdialog, satu nanya satu jawab), sampai cara memainkan alat musik capoeira. ternyata klo dengar native spaker susah juga ngertinya, dia pake bahasa inggris (di rio pake bahasa inggris) susah banget ngertinya (gak jelas) untung ada temen kami yang emang udah mahir bahasa inggris, dia jadi penerjemahnya

Yang bikin tambah capek di JS pas lagi ada Musyawarah akbar, ane sebagai anggota oc-nya harus selalu hadir dari pagi sampai malam, tiap hari ane pulang paling cepat jam 11, abis capoeira (masih keringat2) harus bantuin oc lainnya beres2
apalagi musyak di JS alot banget.
(ya walaupun dikatakan JS LDK tertua, tapi isi dalam JS sangat plural, beraneka ragam, belum bisa kita kuasai semuanya. di JS ada yang liberal, ada HMI, Hizbut Tahrir, bahkan yang gaul2 juga ada, tapi soal keislamannya mereka gak perlu diragukan, yang beda hanya konsep dan persepsi gerakan saja.

Pernah ada study banding dari LDK UNS, sebelum sampai ketuanya langsung mengingatkan bagaimana kondisi JS, sehingga gak tekejut nantinya.

Emang beda ama LDK lain bahkan sama ski fakultas (kebanyaan sudah kita kuasai)jangan heran klo di JS gak ada hijab, ada yang pakaiannya gaul abis, ada yang liberal banget, dll. tapi pluralisme itulah yang membuat JS tetep utuh dan disitu tantangannya, gimana kami bisa tetap mengawal JS( puncak pimpinan masih kita pegang)

Kemaren aja untuk membahas tata tertib Musyak molor sampai tadi sore baru selesai (sudah seharian penuh, dari kemaren jam 8 pagi sampai 10 malam), rencananya acara sampai 5 hari (tapi pengalaman tahun kemaren aja sampai 10 hari) padahal dari pagi sampai malam

Masih tatib aja dah alot gimana pemilihan ketua nanti ya.
yang ane ambil pelajaran banyak banget (soalnya pertama kali ikut sidang) bagaimana mekanisme persidangan, rapat pleno cari kesepakatan, jika gak bisa trus mekanisme loby(ini yang seru, pertama kali ane ngelihat orang saling ngeloby) baru terakhir klo gak bisa sepakat juga voting. wah seru banget deh, saling adu argumen (dengan interupsi2nya) bahkan kadang ada terkesan ingin merusak musyak saja, banyak kepentingan yang bermain (beberapa hari sebelum musyak banyak banget artikel2 yang di tempel di JS, ya penuh dengan provokasi gitu.

27 Feb 2005
Siapakah “kita” yang dimaksud? Bingung… kok jadilupa ya…^_^