Cahaya Allah

CahayaAlangkah nikmatnya hidup orang-orang yang mendapatkan cahaya Allah, ia menjadi penerang di gelapnya kehidupan, hadirnya membawa kehangatan dan kepergiannya dirindukan. Mereka bisa saja tidak mendapatkan banyak rezeki materi, tapi kebahagiaan tidak memandang materi, keberkahanlah yang membuat hidup terasa indah.

Hanya orang yang mendapat cahaya Allah yang mendaoatkan kebahagiaan hakiki, kebahagiaan yang tidak dibuat-buat, kebahagiaan yang tidak mudah hilang. Rezeki Allah bertebaran di muka bumi, yang setiap orang bisa mendapatkannya asal mau berusaha, namun cahaya Allah hanya diberikan kepada orang-orang yang ingin diberiNya.

Yaitu orang-orang yang senantiasa mendekat kepadanya, dengan cinta, harap dan takut. Terus beribadah, baik yang maghdoh maupun ibadah sosial, dan tentunya selalu berusaha sekuat tenaga menjauhi larangan-larangannya.

Salah satu makna keberkahan ini bisa kita lihat dengan mudah pada kisah seorang pengusaha kaya raya yang mempunyai banyak rumah mewah dan tentunya tempat tidur yang super nyaman. namun ditengah malam ia bukannya tidur menikmati kasur empuknya, melainkan masih berkeliaran ditengah kota, memikirkan nasib perusahaan-perusahaannya yang nyaris bangkrut, ia khawatir, pusing, dan tidak bisa tidur.

Sampai ia melihat seorang gelandangan yang tidur dengan pulasnya di sebuah halte bis, nyaman sekali, seolah halte tersebut telah berubah menjadi padang kapas nan lembut. Ia lalu berkata “Alangkah bahagianya gelandangan itu, ia bisa tidur dengan nikmatnya sedangkan aku untuk tidur saja tidak bisa”.

Cahaya Allah, yang berwujud keberkahan dalam kehidupan kita, itulah yang sejatinya harus kita kejar. Bukankah semua orang ingin bahagia? Maka kejarlah cahaya tersebut!


Inspirasi dari Ust. Bobby di Mutiara Pagi hari ini.