Alur Materi TKJS 1 Kalikuning

by : Aldrino Abu Ihsan

Sedikit tentang alur logika materi (dikutip dari salah satu pengkonsepnya)

Gampangnya seperti ini….

Konsep diri –> problematika umat –> konsep dakwah –> ke-JSan –> manajerial

Gambarannya… (disertai metode juga)

Peserta akan mengkonsep dirinya sendiri, terkait aku dirinya, aku sosial dan aku idealnya, ideal menurut Islam tentunya, ini akan terkait dengan penemuan hakikat penciptaan dirinya.

Kunci jawabannya adalah hakikat sebagai Abdullah dan khaliatullah, namun dengan proses pencarian yang bukan sebuah pendoktrinan, tapi sebuah kerja mandiri, hingga mereka akan berteriak “eureka”, sadar terhadap hakikat penciptaannya langsung dari logikanya sendiri, serupa dengan yang dilakukan bapaknya para nabi deh…. Diawali dengan visualisasi beberapa konsep diri dari berbagai macam orang yang berbeda, peserta diajak untuk berani bicara jujur terkait konsep dirinya, tidak melulu mengatakan yang serba ideal sebagaimana tertulis di Kitab suci.

Setelah sadar, dan tahu konsekuensi-konsekuensinya, terkait peran, posisi, dan visinya sebagai tiga “aku”-nya tadi, peserta akan dihadapkan langsung dengan problematika umat yang ditemukannya sendiri, melalui interview langsung ke masyarakat, sadar bahwa ternyata banyak problem yang terjadi, kepekaan peserta, dan tentunya konsekuensi dari hakikat penciptaan yang telah dikonsepnya sendiri. Selanjutnya peserta juga akan diajak kearah solusi, terkait juga menentukan prioritas dan tahap-tahap solusi.

Materi ketiga, Konsep dakwah, sesuai dengan alur 2 materi sebelumnya, disini peserta diajak kepada sebuah solusi yang semestinya diambil, yaitu dakwah. Dakwah itu wajib dan fardhu ‘ain, ia bertanggungjawab akan setiap keislaman dimanapun ia berada. Selanjutnya akan diberikan materi terkait dakwah itu sendiri, prinsip-prinsipnya, metode, tahapan hingga ke amal jama’i sebagai salah satu strategi dakwah, melalui tanya jawab interaktif peserta diajak mengkonsep sendiri dakwahnya, bagaimana mereka menemukan kewajiban berdakwah itu, menemukan pentingnya amal jama’i, dan tentunnya mengkonsep sendiri metode-metode dakwah yang efektif.

Peserta kemudian diajak untuk langsung melakukan aksi nyata, berpindah ke setting tempat yang lebih fresh, peserta ditugasi untuk melakukan sebuah simulasi dakwah, bisa berupa drama atau teater atau yang lainnya. Minimal dengan simulasi ini mereka tidak hanya sekedar omong doang, tapi sudah melakukan sebuah aksi nyata meski baru sebatas simulasi. Diiringi juga dengan pembahasan tafsir An-Nahl 125, peserta diharap lebih paham lagi bagaimana berdakwah.

Selanjutnya, akan menuju ke dakwah thullabyah, dakwah kampus, lingkungan dimana peserta berada. Melanjutkan alur terdahulu, terutama setelah mengetahui pentingnya amal jama’i maka, peserta ditawarkan dengan salah satu wasilah dakwah yang bisa diikuti, yaitu Jama’ah Shalahuddin, dimulai dari pemaparan dakwah kampus secara umum, hingga lebih ke JS secara khusus, mulai dari sejarah, hingga perangkat-perangkatnya.

Terakhir, dakwah juga perlu hal-hal yang bersifat teknis, bekerja dilapangan maka konsep yang bagus saja sangat tidak cukup. Metodenya dengan outbond, peserta diajak melatih skill manajerial mereka, juga fisik dan fikriyahnya sekaligus. Dengan permainan-permainan yang menuntut kerjasama, kekompakan, kecerdasan dan kesiapan fisik.

Akhirnya training ini ditutup dengan sebuah pelantikan kecil, setelah semua materi didapatkan untuk selanjutnya kerja real dari peserta yang diharapkan, loyalitas dan juga kesungguhan untuk berjuang dalam dakwah ini.

Selamat deh buat para peserta!

Selamat bergabung di barisan dakwah Shalahuddin!

Originally posted 2011-01-05 12:00:00.